Lompat ke isi utama

Berita

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam pengawasan Pemilu Serta Pencegahan Pelanggaran Pemilu

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam pengawasan Pemilu Serta Pencegahan Pelanggaran Pemilu

Ket: foto ketua Bawaslu Kabuapten SBB dalam memberikan Materi

Piru,– Ketua Bawaslu SBB menyampaian materi dalam kegiatan Sosialisasi Membangun Etika dan Budaya Politik yang di laksanakan oleh Kesbangpol Provinsi Maluku dan Kesbangpol Kabupaten Seram Bagian Barat di Hotel Mitra Place, Piru pagi ini ( 25/03)21). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Seram Bagian Barat (Hijrah Tangkota,SP.d) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Barat (Syarif Hehanussa,SE) dan (Abdullah Marasabessy, S. STP., MSi) Kabid Poldagri Kesbangpol Provinsi Maluku sebagai penyelenggara kegiatan sosialisasi. Peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini berasal dari siswa-siswi dari SMA se-Kababuapten SBB, organisasi ormas, organisasi kepemudaan, LSM serta masyarakat, turut memberikan materi juga Ketua KPU Seram Bagian Barat.

Hijra Tangkota katakan “dalam menjalankan tugas dan funsinya, Bawaslu juga melibatkan partisipasi masyarakat sebagai kaki tangan dari Bawaslu. Hal ini terlihat pada beberapa program yang diluncurkan oleh Bawaslu seperti Forum Warga dan Saka Adhyasta Pemilu. Dan beberapa edukasi lainya yang di laksanakan melalui sosialisasi dan diskusi-diskusi ilmiah lainya. Dalam tugasnya, Bawaslu memiliki wewenang sebagai pengawas namun di sisi lain Bawaslu juga akan di awasi oleh masyarakat”.

Diwawancarai usai kegiatan, Abdullah Marasabessy menyampaikan kegiatan sosialisasi etika dan buadaya politik ini outputnya yaitu memberikan pemahaman tentang politik sehingga para peserta tidak melek terhadap politik, sasaranya adalah generasi muda dalam menyambut pemilu tahun 2024, sehingga pemilih baru yang akan datang akan dididik dengan etika politik. Dengan demikian akan tercipta generasi muda yang memehami politik berdasarkan etika dan norma-norma dalam masyarakat. Etika politik itu adalah etika yang melekat dalam masyarakat, tidak bole menipu dan curang, ujarnya.

Diwaktu yang bersamaan juga disampaikan oleh ketua KPU bahwa terkait kegiatan sosialisasi bahwa etika dan budaya politik ini sangat penting bahwa ada giat yang di lakukan oleh kesbangpol untuk membentuk karakter generasi mudah terutama untuk generasi yang berusia tujuh belas tahun yang nanti akan beranjak menjadi peserta pemilu, kegiatan sosialisasi ini sangat bermakna karna secara otomatis dapat memberikan pelajaran buat mereka, diman mereka akan mengenal proses membentuk karakter mereka dan mengenal budaya politik dan tambahan ilmu unruk bisa menjadi peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, merek ini memiliki potensi yang baik. Dimana mereka akan tau proses pemilu dan apa itu politik, lanjutnya.

 

Tim Humas Bawaslu SBB