Bawaslu SBB Gelar P2P, Dorong Pemuda Aktif Kawal Demokrasi
|
Piru, Bawaslu SBB – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Seram Bagian Barat sukses melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang berlangsung di Ruang Media Center Sekretariat Bawaslu SBB, Selasa (03/06/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kalangan pemuda, pemudi, dan mahasiswa setempat. Acara dimulai tepat pada pukul 10.30 WIT.
Pelaksanaan P2P ini menjadi salah satu upaya strategis Bawaslu SBB dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya pengawasan dalam proses demokrasi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait tugas dan fungsi pengawasan pemilu, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya partisipasi publik demi menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi langsung dari unsur Pimpinan Bawaslu SBB, Koordinator Sekretariat Bawaslu SBB, serta pemateri dari kalangan akademisi. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain:
Salamun, A.Md.
Muslan Kaledupa, S.Pd.
Elroy M.D. Aulele, S.H.
Febby Santi Lewenussa, S.Sos., M.PA.
Dr. Pahrul Idham Kaliky, S.Pd., M.Si. (Dosen FISIP Universitas Pattimura)
Penyampaian materi dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman (sharing session) terkait pengawasan kepemiluan. Pendekatan ini dipilih agar para peserta dapat lebih mudah memahami berbagai tantangan dan dinamika riil dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu di lapangan.
Selain membahas aspek pengawasan secara teoretis, kegiatan ini juga membuka ruang dialog yang dinamis antara peserta dan jajaran Bawaslu SBB mengenai peran konkret masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas. Para peserta pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta gagasan kreatif mengenai penguatan pengawasan partisipatif di lingkungan mereka masing-masing.
Melalui pendekatan diskusi yang komunikatif dan partisipatif tersebut, suasana kegiatan menjadi sangat hidup. Output dari kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak pemahaman peserta sekaligus menumbuhkan semangat keterlibatan aktif dalam mendukung pengawasan Pemilu yang bermartabat.
Bawaslu Kabupaten Seram Bagian Barat memandang generasi muda sebagai pilar penting dalam pembangunan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan pemahaman kepemiluan bagi kalangan pemuda dan mahasiswa akan terus menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan program-program kelembagaan ke depan.
MAH, NP