Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu SBB Peringati Hari Pahlawan: Tekankan Semangat Juang dan Fondasi Integritas Demokrasi

Upacara Hari pahlawan

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu SBB menyampaikan bahwa Hari Pahlawan adalah sarana untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara, bukan hanya sekadar momen mengenang jasa.

Piru, 10 November 2025 – Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11), pukul 08.00 (WIT). Upacara ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu SBB, Salamun A.Md.

Dalam amanatnya, Salamun mengajak seluruh Pegawai Sekertariat dan anggota Bawaslu untuk mewarisi dan meningkatkan semangat juang para Pahlawan, menjadikannya landasan dalam menjaga kinerja lembaga.

Bawaslu sebagai Jaminan Keadilan dan Transparansi Demokrasi

Salamun menegaskan peran krusial Bawaslu dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, Bawaslu bukan sekadar lembaga pelengkap formalitas, melainkan memiliki makna yang jauh lebih mendasar.

"Bawaslu bukan sekedar Lembaga untuk melengkapi demokrasi, namun mengandung makna Fundamental sebagai elemen krusial dan memiliki peran aktif dalam menjamin, integritas, keadilan, dan transparansi proses demokrasi," ujar Salamun.

Ia berharap Bawaslu SBB dapat berdiri tegak dan mengayomi masyarakat untuk menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik di masa depan.

Pentingnya Pikiran Merdeka dalam Perjuangan

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu SBB menyampaikan bahwa Hari Pahlawan adalah sarana untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara, bukan hanya sekadar momen mengenang jasa.

Menyimpulkan pesannya, Salamun mengutip pandangan filosofis Pahlawan Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo sebagai pengingat akan pentingnya prinsip dalam setiap tindakan:

"Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi."

Kutipan tersebut relevan untuk mengingatkan jajaran Bawaslu agar selalu bertindak berdasarkan objektivitas, kemandirian, dan pikiran merdeka, bukan didasari oleh emosi atau kepentingan sesaat, dalam menjamin pengawasan yang adil.

Terakhir Salamun menyampaikan dalam Penyampaian Arahan upacara 

Kalau Bukan Perintis kemerdekaan maka Jadilah Pewaris Kemerdekaan yang baik

MAH,HL,NP